Selasa, 03 Desember 2013

E-learning Sebagai Manifestasi Pendidikan Sepanjang Hayat (E-learning Untuk Guru dan Siswa)



Tulisan ini sebenarnya berjudul : Optimalisasi pendidikan sepanjang hayat melalui e-learning (Tinjauan pemanfaatan inovasi pembelajaran bagi guru dan siswa). Namun agar judul terlihat jelas maka saya meringkasnya menjadi : E-learning sebagai manifestasi pendidikan sepanjang hayat.
Perlu disadari bahwa perkembangan teknologi pada awal milenium ke-3 mengalami banyak kemajuan. Hal ini ditunjukkan dengan pesatnya kegiatan penelitian di bidang teknologi yang menghasilkan banyak sekali manfaat dalam menunjang kehidupan manusia. Perkembangan berjalan sangat cepat dan memengaruhi budaya dan peradaban manusia. Hampir dapat dikatakan bahwa orang-orang yang tidak mengikuti perkembangan zaman maka orang tersebut akan tertinggal jauh dibandingkan dengan orang yang senantiasa mengikuti perkembangan zaman, termasuk di dalamnya adalah teknologi.
Perkembangan zaman yang semakin maju menuntut sumber daya manusia yang terampil dan selalu memiliki keinginan kuat untuk belajar. Tidaklah aneh jika kemudian pemerintah dari masa ke masa selalu memperbaharui kurikulum pendidikan. Hal tersebut dimaksudkan agar pendidikan yang diselenggarakan bagi masyarakat dapat menciptakan insan-insan yang mampu beradaptasi terhadap perkembangan zaman, bahkan memelopori perubahan ke arah yang lebih baik lagi.
Saat ini masyarakat, juga termasuk di dalamnya siswa, guru/pendidik dan tenaga kependidikan diharapkan bukan hanya mempelajari teknologi, melainkan kita semua dituntut untuk dapat memanfaatkan teknologi dalam kegiatan pembelajaran. Bentuk nyata dari pemanfaatan teknologi untuk pembelajaran salah satunya kita kenal dengan istilah electronic learning atau e-learning. Di banyak negara maju dan berkembang seperti negara kita, e-learning merupakan hal yang lumrah dan sudah banyak digunakan. Contoh paling banyak dilakukan dalam e-learning adalah CD pembelajaran, video pembelajaran dan internet. Telah mendunianya komputer dengan koneksi internet menjadikan kegiatan pembelajaran menjadi sangat fleksibel dan tidak harus dilakukan di sekolah saja. Jika kita telisik lebih saksama, dengan membludaknya animo masyarakat terhadap gadget atau mobile connection berbasis android, blackberry OS, windows phone dan lain-lain lebih menguatkan kontribusi teknologi yang dapat dimanfaatkan dalam dunia pendidikan. Hampir jutaan unit gadget yang terjual setiap harinya sesungguhnya sangat strategis untuk mengembangkan e-learning.

Lalu dimana posisi e-learning dalam dunia pendidikan kita?
E-learning sangatlah selaras dengan konsep pendidikan sepanjang hayat. Dengan e-learning maka kegiatan belajar tidaklah harus selalu dilakukan di sekolah. E-learning membuat pembelajaran menjadi tidak terikat waktu, tempat, dan usia. Pembelajaran dengan e-learning dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja. Dengan kemudahan-kemudahan yang disajikan oleh pembelajaran berbasis elektronik ini maka bukan tidak mungkin tujuan pendidikan nasional yang tercantum dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 dapat segera tercapai. Namun pemanfaatan e-learning ini bukan tanpa hambatan. Pembahasan mengenai hambatan e-learning akan dibahas kemudian.
Dalam tataran teknis dan praktis, e-learning memiliki beberapa manfaat. Manfaat e-learning bagi guru/pendidik dan siswa akan saya paparkan sebagai berikut. 
1.  E-learning merupakan inovasi dalam metode pembelajaran, teknologi, dan media pembelajaran. Dengan adanya inovasi tersebut maka pembelajaran yang dilakukan akan memiliki lebih banyak variasi metode. Sejatinya, semakin banyak metode pembelajaran semakin banyak materi yang dapat digali dan dimaknai. 
2. E-learning menjadikan kegiatan pembelajaran menjadi lebih fleksibel, menarik, dan menyenangkan. Fleksibel yang dimaksud adalah pembelajaran dapat didesain sedemikian rupa sehingga dapat dilakukan kapan saja, dan dimana saja, tidak melulu dilakukan di sekolah pada waktu tertentu. Sedangkan menarik dan menyenangkan di sini adalah bahwa pembelajaran dilakukan dengan cara baru, tidak menggunakan cara yang konvensional. Selain itu pembelajaran berbasis elektronik ini memberikan kesempatan untuk menggali konten pembelajaran lebih luas lagi, terutama jika didukung dengan koneksi internet. 
3. E-learning merupakan pembelajaran dengan konsep student centered orientation. Sebagaimana lazimnya students centered orientation maka siswa dituntut lebih pro aktif sehingga menghasilkan budaya belajar yang positif, bahkan siswa dapat mengembangkan diri sebagai sumber belajar.
4.   Dalam pemanfaatan e-learning, guru/pendidik dan tenaga kependidikan akan mengalami proses pengembangan kreativitas. Hal ini dikarenakan guru/pendidik dan tenaga kependidikan yang terkait dituntut untuk menciptakan bahan materi pembelajaran elektronik yang harus dapat diserap dengan baik oleh siswa. Proses pembuatan materi pembelajaran ini akan menuntut kompetensi khusus dari guru/pendidik untuk selalu kembali belajar sehingga kompetensi pedagogik dan profesional guru akan selalu terasah.
5.  Dengan memanfaatkan e-learning siswa akan semakin kaya akan sumber belajar. Banyaknya modul dan artikel di internet akan menambah referensi bagi siswa. Pembelajaran pun akan semakin kompleks karena siswa mendapatkan sumber belajar lain selain buku sekolah.
6.   Memanfaatkan e-learning tanpa disadari membawa kemampuan lain bagi siswa dan guru. Hal ini dikarenakan siswa atau guru yang memanfaatkan media elektronik bukan saja akan belajar dan mengajarkan konten materi pelajaran saja, namun tanpa disadari siswa dan guru telah memperdalam pemahaman dan kemampuan operasional penggunaan media elektronik. Singkat kata, siswa dan guru sama-sama memperdalam ICT atau teknologi informasi dan komunikasi.

 Pemanfaatan e-learning sejatinya bukanlah supaya tidak gagap teknologi. E-learning adalah inovasi pembelajaran yang didesain dalam rangka mengoptimalkan transfer ilmu pengetahuan yang tidak terbatas tempat dan waktu.
Demikian pendapat saya mengenai e-learning bagi guru dan siswa. Beberapa pandangan saya yang lain mengenai e-learning seperti strategi pemanfaatan e-learning akan dibahas pada tulisan saya berikutnya.
  
Nb : Tulisan ini dibuat khusus untuk mengikuti kontes blog dari Indonesia Berprestasi (XL), murni dibuat sendiri. Segala bentuk upaya penjiplakan tidak diijinkan terkecuali telah memenuhi kaedah keilmuan.

2 komentar:

  1. saya setuju dengan tulisan ini. hanya saja, pada penerapannya mungkin masih sulit. mudahmudahan dengan diterapkannya e-learning, pemerataan pendidikan pun terwujud.

    BalasHapus
  2. Iya memang benar, yang namanya inovasi pasti membutuhkan proses untuk dadaptasi, selain keinginan yang kuat banyak faktor lain yang mempengaruhi hal tersebut dapat optimal dilaksanakan....

    BalasHapus